Showing posts with label DUNIA FILM. Show all posts
Showing posts with label DUNIA FILM. Show all posts

Friday, 28 December 2012

( Film terbaru Stephen Chow) "Kera Sakti" Tayang Awal Tahun 2013




Komedian Stephen Chow muncul kembali sebagai Kera Sakti dalam film terbarunya Journey To The West.

Meski telah dikenal sebagai seorang aktor, tapi kini Stephen Chow kerap berada dibalik layar sebagai sutradara atau pun produser.

Karya terbaru bintang film Kungfu Hustle ini adalah Journey To The West yang sebelumnya berjudul A Chinese Odyssey.

Journey To The West, pastinya sudah tak asing lagi bagi Anda penikmat film drama kolosal, karena memang film tersebut berkisah tentang seorang Kera Sakti (Monkey King) yang melakukan perjalanan suci ke barat.

Di film ini, Stephen Chow tidak hanya berperan sebagai tokoh utama, Kera Sakti, melainkan ia juga terlibat sebagai co-director sekaligus produser.

Selain Stephen Chow, film yang di sutradarai Derek Kwoi (Gallants) ini dimeriahkan oleh sejumlah aktor terkenal lainnya seperti Shu Qi, Bo Huang, Zhang Wen, Show Luo, dan Chrissie Chow.

Berikut trailer film Journey To The West yang rencananya baru akan rilis pada awal tahun 2013

Saturday, 1 December 2012

Life of PI: Menyadari Kebesaran Tuhan Lewat Alam



Life of PI diangkat ke layar lebar dari novel dengan judul sama. Yang menarik, sejak berita tentang pembuatan film ini, banyak pembaca novelnya ragu apakah mungkin bisa diterjemahkan ke dalam film mengingat daya imajinasi sang penulis begitu luar biasa.

Begitu nama Ang Lee dipilih menjadi penanggungjawab film Life of PI, tantangan tersebut sedikit banyak terjawab. Ok, film sebelumnya Brokeback Mountain walau bagus tetap kalah di Oscar dengan karya lain ala Hollywood (inikah lambang hegemoni Amerika?). Tapi maha karya Ang Lee terekam kuat dalam benak penggemarnya saat melahirkan Crouching Tiger, Hidden Dragon yang spektakuler.



Maka pantas bila Life of PI pun ditunggu penikmat film. Apalagi semenjak gembar-gembor review positif yang tercurah selama test screening-nya.

Life of PI, gaya penuturan film ini serupa dengan Titanic. Ada adegan saat pewawancara menanyakan ke narasumber atas kejadian masa lampau yang menjadi isu sedap di dunia. Dengan lugas dan santainya, pemeran utama kita mendongengkan pengalaman luar biasanya saat harus mengarungi kesepian tengah samudera dengan hanya ditemani seekor harimau. Mulai rasa takut hingga berhasil menjadikannya sahabat.

Tapi inti film ini bukan hanya itu. Life of Pi juga mengisyaratkan keintiman manusia dengan sang penciptanya. Masih terbayangi dengan agama dan kepercayaan, peristiwa ajaib tadi malah menghantarkan tokoh utama ke daerah yang lebih personal dan sensitif.


Ang Lee dengan pintarnya memadukan hukum alam dengan dunia showbiz menjadi satu produk yang patut dibicarakan. Habitat dan ekosistem mulai dari kebun binatang, laut, hingga pulau tak bernama dilukiskan dengan sangat nyata. Kita seperti diajak menonton Animal Planet.

Pada adegan bencana alam, badai pun dibuat senyata mungkin. Tanpa diperlihatkan orang terkasih kita menjadi korban, adegan tersebut malah menjadi salah satu dari sekian banyak adegan terkuat di film ini. Enigma Tuhan yang dipertanyakan oleh Pi akan tujuan hidup dan kepergian 'teman baik'-nya menimbulkan sejuta dan keberagaman pertanyaan akan kehidupan paska berjuta rintangan tersebut.

Begitu banyak kejutan yang Ang Lee berikan, mulai dari kenaturalan akting para pemain 'tidak terkenal'-nya, beragam makhluk bumi yang amat cantik, kekuatan dialog yang berisi, hingga sinematografi yang menakjubkan.


Semangat pesan moral yang dibeberkan Ang Lee sangat pas ditujukan bagi manusia sehubungan interaksinya dengan alam dan pencipta. Perihal agama, cinta kasih terhadap sesama makhluk, perjuangan dan tujuan hidup memang ditata dengan sangat rapih.

Kemampuan bercerita yang kokoh dan kesempurnaan lukisan bergerak dari film ini adalah bukti nyata bagaimana seorang non-Amerika mampu menggabungkan beberapa kultur dan negara di dalam satu layar.


Life of Pi
Sutradara: Ang Lee - Skenario: David Magee / Penulis Novel: Yann Martel - Aktor: Suraj Sharma (Pi Patel) - Irrfan Khan (Pi Patel dewasa) - Ayush Tandon (Pi Patel 11 tahun) - Gautam Belur (Pi Patel 5 tahun) - Tabu (Gita Patel)





Sumber:
sigemarfilm

Sunday, 11 November 2012

Skyfall, Kembali ke Masa Lalu Demi Menuntaskan Teror



Sejak diperkenalkan pertama kali pada tahun 1962, seri James Bond yang diangkat dari novel fiksi karya Ian Fleming sudah mencuri perhatian dunia. Film pertama yang berjudul Dr. No adalah pondasi dasar film yang mengangkat kisah tentang mata-mata asal Inggris itu.

Sudah hampir setengah abad sejak film pertama dibuat, kini Skyfall bersama Daniel Craig-nya adalah seri ke-23 yang digadang-gadang akan menjadi film James Bond terbaik, sejak era Dr. No yang saat itu diperankan oleh Sean Connery sebagai agen 007.


Cerita Skyfall bermula dari kejar-kejaran James Bond (Daniel Craig) dengan seorang teroris yang berhasil mencuri data nama-nama agen rahasia Inggris yang menyamar di seluruh dunia. Namun, sayang Bond gagal setelah tertembak oleh Eve (Naomie Harris) yang tidak lain adalah rekan Bond sendiri.

Aksi kembali dimulai saat Bond kembali dari kematian untuk membantu M (Judi Dench) yang mendapat teror dari musuh lamanya. Gedung utama MI6 dihancurkan oleh bom yang memaksa seluruh Departemen di bawah komando M harus berpindah markas.


Belakangan diketahui, Silva (Javier Bardem) adalah dalang dari seluruh teror yang mengguncang London. Perjuangan Bond untuk menyelamatkan M dan Inggris ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Bond harus kembali ke tempat dirinya berasal untuk melawan musuh yang terus meneror.

Skyfall memang berbeda dari beberapa film Bond sebelumnya. Termasuk dua seri terakhir yang juga dibintangi oleh Daniel Craig. Di bawah tangan dingin Sam Mendez, Skyfall menjadi lebih menarik dan manusiawi. Sosok agen 007 yang diperankan Craig benar-benar sosok baru, rapuh dan rentan namun tetap kuat di saat kritis.


Beberap hal menarik lainnya dari Skyfall adalah sosok Q yang kembali hadir di seri ini. Namun, berbeda dengan sosok Q yang sudah ada selama ini. Sam Mendez membuat gebrakan dengan menghadirkan aktor muda Ben Whishaw sebagai Q.


Selain itu nostalgia pecinta Bond pun akan terpuaskan saat sang agen kembali menggunakan mobil Aston Martin DB5 yang pernah digunakan Sean Connery di seri Goldfinger (1964) dan Thunderball (1965).

Semua unsur inilah yang membuat Skyfall mendapat review positif dari para kritikus film di dunia. Selain aksi-aksi yang sudah pasti menegangkan, seperti kejar-kejaran Bond dan teroris di Istanbul, Turki. Drama akhir Skyfall dipastikan akan membawa era baru bagi film James Bond berikutnya. Penasaran, saksikan Skyfall mulai 1 November 2012.

Official Movie Trailer :




Sumber :
21cineplex.com